Edukasi Warga Tentang TBC Untuk Peningkatan Pengetahuan dan Pencegahan TBC di Cluring Jawa Timur
Kata Kunci:
TBC, Penangulangan, KesehatanAbstrak
TB menjadi penyakit menular paling mematikan di dunia. Setiap hari, hampir 4.400 orang kehilangan nyawa karena TB. Upaya global memerangi TB telah menyelamatkan sekitar 74 juta nyawa sejak 2000. Namun, pandemi COVID-19, ditambah dengan konflik di seluruh Eropa, Afrika, dan Timur Tengah serta ketidaksetaraan sosial ekonomi, telah membalikkan kemajuan yang dicapai selama bertahun-tahun dalam perjuangan untuk mengakhiri TB. Dalam Laporan Tuberkulosis Global terbarunya, WHO menyoroti untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, perkiraan jumlah kasus TB dan kematian akibat TB telah meningkat (WHO,2023). Pada tahun 2020, diperkirakan 10 juta orang menderita TB di seluruh dunia. 5,6 juta laki-laki, 3,3 juta perempuan, dan 1,1 juta anak-anak (Kusuma, 2019). Pengobatan penyakit tuberkulosis memerlukan waktu berbulan-bulan aturan minum obat yang ketat untuk mencegah risiko terjadinya resistensi antibiotic (Kemenkes, 2022). Upaya penanggulangan TBC di Indonesia dikatakan menemui banyak tantangan, diantaranya dengan munculnya pandemi COVID-19 sehingga fokus program kesehatan dialihkan untuk penanggulangan pandemi. Kondisi ini menyebabkan mereka rentan tertular TBC, ini tentunya berisiko meningkatkan jumlah kasus serta sumber penularan TBC (Kemenkes, 2021). Pengabdian masyarakat ini menggunkan metode pre test dan post test dengan jumlah sampel 25 Responden. Hasil pengabdian yaitu terdapat 90% responden yang mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan Pendidikan kesehatan tentng TBC.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Publication of Health Data Community Service (PHD-CS)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
